Kesimpulan dari Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
KHD dengan Among Methode nya mengingatkan dan menyadarkan kita sebagai pendidik,bahwa benarkah apa yang sudah kita lakukan kepada peserta didik betul betul untuk menjadikan mereka manusia yang merdeka batinnya,merdeka fikirannya dan merdeka tenaganya ? Selayaknya seorang pengasuh kita hendaknya membimbing sang anak dengan ikhlas sesuai dengan bakat dan minatnya.
Pelaksanaan Among Methode yang bersendikan Kodrat Alam dan Kemerdekaan bila kita terapkan di dalam kelas seharusnya dapat membuat anak merasa nyaman seperti berada dalam suasana kehangatan keluarganya dengan memfasilitasi anak dengan kegiatan pembelajaran yang memuat unsur permainan karena bermain juga adalah kodrat anak yang bisa merangsang keingin tahuan mereka dan menemukan jawaban atas rasa penasaran mereka. Berlainan dengan faham Tabula Rasa yang menganggap jiwa sang anak sebagai Kertas Putih yang bisa di isi sesuai keinginan gurunya,tuntutan kodrati anak adalah mengembangkan talenta,minat nya sehingga ia menjadi lebih aktif mencari tau dan selalu ingin maju menyesuaikan dengan kemajuan alam dan jaman seiring dengan berkembangnya budaya manusia.
Hak untuk mengatur dirinya sendiri/mandiri dalam hidupnya adalah tujuan utama Among Methode.Namun tetap harus mengingat kewajibannya dalam hidup bermasyarakat.Hablumminalloh dan Hablumminannas itulah yang menjadi batasnya.Disinilah peran pendidik untuk menuntunnya sesuai ajaran agama dan berlaku sesuai dengan akhlaq yang mulia dengan selalu mengingat Alloh Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan kodratnya.
Bagaimanapun pendidikan adalah tanggung jawab kita semua karena Pendidikan terlaksana bukan hanya di Lingkungan Sekolah saja tetapi Pendidikan yang pertama dan utama yang merupakan dasar pembinaan watak adalah “Lingkungan Keluarga”dan akhirnya anak akan terjun ke “Lingkungan Masyarakat “yang mendidiknya dengan learning by doing dalam pergaulan masyarakat.
Dengan menerapkan pemikiran pemikiran KHD tersebut akan dapat mengembangkan kerangka Merdeka Belajar sehingga tercipta “ Profil Pelajar Pancasila” yang :
1. Beriman dan Berahklaq Mulia
2.Kreatif
3.Bergotong Royong
4.Berkebhinekaan Global
5.Bernalar Kritis
6.Mandiri
Sebelumnya aku pernah berpikir seperti ini....
Bahwa......
Siswa yang baik adalah siswa yang selalu duduk dengan rapi,tidak pernah ribut,selalu mengerjakan apa yang di perintahkan oleh gurunya.
Seorang murid yang pintar akan menguasai semua jenis mata pelajaran yang di pelajarinya mulai dari PAI,PKn,BI,Mama,IPA,IPS,Penjaskes sampai SBDP bahkan Mulok
Seorang murid yang memiliki perilaku yang kurang disiplin contohnya dalam hal membuang sampah atau dalam hal kebersihan secara umum, akan sulit berubah karena memang sudah memiliki kebiasaan seperti itu baik di rumah,sekolah maupun lingkungannya.
Ternyata...
Pendidikan itu adalah untuk memanusiakan manusia,bukan untuk memaksakan kehendak kita kepada siswa.Siswa perlu bergerak untuk bisa berubah karena perubahan itulah yang kekal.Dengan membiasakan anak untuk diam jangan ribut,harus duduk yang rapi dan selalu mengerjakan semua perintah gurunya adalah salah satu bentuk pengekangan terhadap kemerdekaan anak untuk berekspresi.Anak perlu bermain karena itu adalah kodratnya.
Dan...
Yang kita lakukan sebagai guru adalah menuntun anak agar menjadi anak yang berbudi pekerti luhur dan menjadi senang dan Bahagia dalam belajar,bukan menjadikan anak pintar dalam segala hal,anak harus merdeka dalam belajar sesuai dengan minat,bakat,gaya belajar,potensi dan karakteristik yang ada pada dirinya.
Karena...
Anak memang diciptakan sesuai dengan kudratullohnya,namun ada ikhtiar yang harus kita lakukan untuk menggali potensi’DISIPLIN’ yang masih samar samar terlihat karena tertutup oleh kebiasaan kebiasaan yang sering dilakukan,sehingga anak ataupun kita sebagai guru tidak menyadari potensi tersebut.
Yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD adalah:
1.Mengadakan musyawarah/diskusi dengan siswa di kelas dengan menanyakan kepada siswa kira kira apa yang telah dan akan kita lakukan agar kelas kita lebih aktif , disiplin,dan semua menjadi lebih senang dan bergairah dalam belajar tetapi tetap memiliki budi pekerti dan akhlaq mulia yang berlandaskan karakter bangsa .
2.Membuat kesepakatan kelas untuk bersama sama menciptakan kelas yang aktif,disiplin,sesuai dengan keinginan dan kebutuhan siswa sehingga siswa menjadi senang dan bergairah dalam belajar.
3.Bertanggung jawab dan berusaha mematuhi kesepakatan kelas.
4. Merancang pembelajaran yang memuat/mengakomodir kesepakatan kelas.
5.Melaksanakan pembelajaran yang mengakomodir kesepakatan kelas.
6.Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran.
7.Melakukan tindak lanjut tentang keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.
“Siapapun adalah Guru,Dimanapun adalah Sekolah”
“Jangan menutup diri dengan perkembangan kebudayaan,karena yang kekal adalah Perubahan”
“Berpegang teguh pada budaya sendiri akan memperkuat kepribadian nasional”
“Mengolah budaya bangsa secara berkesinambungan dari masa lalu,masa kini dan masa yang akan datang”








Tulisan yang sangat mengena dan syarat pesan, bahwa hakikat merdeka yang sesungguhnya sudah dicetuskan oleh bapak pendidikan kita sedari dulu. Terimakasih atas pencerahannya sebagai seorang ibu dan jg pendidik di sebuah Sekolah Menengah Atas. Ditunggu tulisan berikutnya 👍👌💪💪😊😊
BalasHapus