AKSI NYATA MODUL 1.1. REFLEKSI FILOSOFIS PENDIDIKAN NASIONAL KI HADJAR DEWANTARA
Penguatan Pendidikan Karakter Nasionalis Melalui Gerakan
SATARA (Sabtu Cinta Negara)
Sekolah Dasar Negeri 1 Timbanuh
1. Latar Belakang
Lembaga
pendidikan menjadi sarana strategis bagi pembentukan karakter bangsa karena
memiliki struktur, sistem dan perangkat yang tersebar di seluruh Indonesia dari
daerah sampai pusat. Pembentukan karakter bangsa ini ingin dilaksanakan secara
masif dan sistematis melalui program Penguatan
Pendidikan Karakter (PPK) yang terintegrasi dalam keseluruhan sistem
pendidikan, budaya positif sekolah dan dalam kerja sama dengan komunitas. Program PPK
diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar dan membuat peserta didik senang
di sekolah sebagai rumah yang ramah untuk bertumbuh dan berkembang.
Tujuan
program PPK adalah menanamkan nilai-nilai pembentukan karakter bangsa secara
masif dan efektif melalui implementasi nilai-nilai utama Gerakan Nasional
Revolusi Mental (religius, nasionalis, mandiri,gotong-royong dan integritas)
yang akan menjadi fokus pembelajaran,pembiasaan, dan pembudayaan, sehingga
pendidikan karakter bangsa sungguh dapat mengubah perilaku, cara berpikir dan
cara bertindak seluruh bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan berintegritas.
Gerakan
penguatan pendidikan karakter menjadi semakin mendesak diprioritaskan karena
berbagai persoalan yang mengancam keutuhan dan masa depan bangsa seperti
maraknya tindakan intoleransi dan kekerasan atas nama agama yang mengancam
kebinekaan dan keutuhan NKRI, munculnya gerakan-gerakan separatis, perilaku
kekerasan dalam lingkungan pendidikan dan di masyarakat, kejahatan seksual,
tawuran pelajar, pergaulan bebas dan kecenderungan anak-anak muda pada
narkoba,disamping itu maraknya lagu,filem yang beredar di internet yang berasal
dari luar negeri mempengaruhi motivasi anak anak untuk mempelajari ,menyanyikan
dan membanggakan lagu wajib nasional negeri sendiri.
Oleh
karena itu melalui kegiatan aksi nyata SATARA (Sabtu Cinta Negara) diharapkan
semangat dan jiwa nasionalis dapat
ditumbuh kembangkan dan membudaya menjadi karakter yang menunjukkan Profil
Pelajar Pancasila.Disamping itu kami mengharapkan dampak penyerta pada
kegiatan aksi nyata ini yaitu melalui aksi SATARA ini karakter nasionalis yang
terbentuk disini bukan hanya sebatas bisa menyanyikan lagu wajib nasional saja
melainkan dengan kegiatan ini akan tumbuh berkembang dan membudaya rasa
persaudaraan,menerima perbedaan,saling menghargai dan merdeka belajar sesuai
kodrat anak akan terealisasi sedikit demi sedikit secara bertahap dan
berkesinambungan dalam konsistensi.
2. Deskripsi Aksi Nyata
SATARA adalah akronim dari Sabtu Cinta Negara yang merupakan kegiatan aksi nyata yang di lakukan di SDN 1 Timbanuh setiap hari Sabtu,dengan kegiatan sebagai berikut :
a. Aksi nyata dilakukan dari jam
07.30 sampai jam 10.00 wita yang di lakukan dengan bermain sambil belajar di
luar kelas.
b. Semua kelas dari kelas 1
sampai kelas 6 berkumpul dilapangan dan membentuk kelompok kecil yang
beranggotakan 6 sampai 10 orang yang anggotanya gabungan dari siswa kelas 1
sampai kelas 6.
c. Permainan yang di lakukan adalah menyanyikan lagu
wajib bersama sama sambil mengedarkan sebuah pin yang berlambang burung
garuda,kemudian bila lagu berhenti pada anak yang memegang pin maka anak
tersebut maju mengekspresikan lagu wajib nasional yang diketahuinya baik dengan
cara menyayikannya,mempuisikannya atau bercerita pengalamannya menyanyikan lagu
wajib tersebut. Aternatif permainan yang lain adalah asosiasi bebas,masing
masing kelompok secara bergiliran menyebutkan minimal dua kata yang
mengingatkan mereka tentang lagu wajib nasional yang kelompok nyanyikan.
d. Selesai bermain masing masing
kelompok berdiskusi bersama guru dan merefleksikan kegiatan yang sudah
dilakukan dan perasaan apa yang muncul ketika mereka bermain.
e. Kegiatan SATARA merupakan puncak kegiatan selama 5 hari anak anak membiasakan menyanyikan lagu wajib nasional di kelasnya sebelum pembelajaran di mulai dan setelah pembelajaran berakhir.Pada saat jam keluar bermain guru piket memutar lagu lagu wajib nasional sampai lonceng masuk kembali berbunyi agar anak anak terbiasa dan senang mendengar lagu wajib nasional.
3. Hasil Dari Aksi Nyata
Aksi nyata pertama dilakukan tanggal 2 Nopember 2020 yang di dahului dengan menyanyikan lagu wajib nasional sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas dan memperdengarkan lagu wajib nasional setiap hari saat keluar bermain,dan dilanjutkan kegiatan pada hari Sabtu tanggal 7 Nopember 2020 sampai sekarang menunjukkan kemajuan yang sangat menggembirakan . Sampai hari artikel ini disusun anak anak mulai dari kelas satu menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap aksi nyata SATARA. Ada 2 lagu wajib nasional yang digunakan sebagai pembuka kegiatan aksi nyata SATARA yaitu lagu Garuda Pancasila ciptaan Sudharnoto dan Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki.Masing masing kelompok yang terdiri dari gabungan beberapa kelas dari kelas 1 sampai kelas 6 membuat perubahan yang luar biasa yaitu anak anak yang biasa bermain hanya dengan teman sekelasnya sekarang bergabung bersama anak anak dari kelas lain membuat mereka senang dan termotivasi dalam belajar dan bermain dalam menyanyikan lagu wajib nasional.Anak anak menjadi lebih mengenal lagu wajib nasional dan lebih mengenal negeri tempat mereka tinggal yang penuh keragaman dan kaya akan budaya.Disamping anak anak termotivasi untuk lebih mengenal dan mencintai bangsa sendiri,anak anak juga senang bermain sambil belajar dengan temannya yang berlainan kelas dan membuat mereka bertambah akrab serta menerima dan menghargai perbedaan.
4. Pembelajaran Yang Di Dapat Dari Kegiatan Aksi Nyata
A. Kegagalan
Kegagalan
dalam aksi nyata ini adalah ada beberapa anak yang tidak bisa menyanyikan lagu
wajib nasional sesuai dengan notasi dan irama yang tepat karena kami sadari
juga banyak dari kami guru kelas yang tidak menguasai Teknik dan cara dalam
bernyanyi.Disamping itu ada beberapa anak yang susah dalam melafalkan kata kata
yang terdapat dalam lirik lagu wajib nasional seperti pada kata patriot proklamasi
diucapkan dengan patriot protlamasi,pribadi bangsaku diucapkan dengan ribadi
bangasaku.
Oleh karena itu kami memberikan pilihan bagi
yang kurang bisa dalam menyanyikan dapat mengekspresikan dengan mempuisikan
lirik lagu wajib nasional atau bercerita atau dengan asosiasi bebas terkait
lagu yang dinyanyikan saat itu.
B.
Keberhasilan
Keberhasilan dalam aksi nyata ini adalah meningkatnya motivasi anak dalam menyanyikan lagu wajib nasional dibuktikan dengan kesenangan dan kegembiraan serta semangat yang terlihat pada raut wajah anak anak saat bermain bersama teman temannya dan usaha mereka untuk menyanyikan lagu wajib nasional sampai hafal tidak ada kesalahan lagi.Disamping anak anak termotivasi untuk lebih mengenal dan mencintai bangsa sendiri,anak anak juga senang bermain sambal belajar dengan temannya yang berlainan kelas dan membuat mereka bertambah akrab serta menerima dan menghargai perbedaan.
5. Rencana Perbaikan
Jauh hari kami sudah mengantisipasi apabila
terjadi kegagalan dalam aksi nyata yaitu dengan memberikan beberapa alternatif
permainan yang beragam namun memiliki maksud yang sama agar penumbuh Kembangan
karakter nasionalis tetap berjalan walaupun tidak dengan menyanyikannya.Untuk
rencana perbaikan yang akan datang kami akan menambah alternatif permainan yang
lebih banyak dan bervariasi dengan mengangkat permainan anak anak yang terdapat
di lingkungan desa Timbanuh sehingga penumbuh Kembangan karakter nasionalis
dapat berjalan secara konsisten dan kontinyu.Kami juga dari pihak guru akan
berusaha semaksimal mungkin untuk mempelajari Teknik dan cara dalam menyanyikan
sebuah lagu agar waktu mengajarkan kepada anak,anak dapat mengikuti dengan
benar.Kami dari guru akan berlatih baik dari tayangan video maupun berlatih
langsung pada ahlinya.
6. Dokumentasi Proses Dan Hasil Pelaksanaan
A.
Poto poto proses pelaksanaan
pembiasaan menyanyikan lagu lagu wajib nasional dari kelas 1 sampai kelas 6 di
dalam kelas sebelum memulai pembelajaran dan setelah berdoa bersama.
B.
Poto poto kegiatan pelaksanaan pembiasaan menyanyikan
lagu lagu wajib nasional dari kelas 1 sampai kelas 6 di luar kelas melalui
kegiatan bermain sambil belajar yaitu SATARA (Sabtu Cinta Negara)













Komentar
Posting Komentar