AKSI NYATA MODUL 1.2. NILAI NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK
Membudayakan
Disiplin Membuang Sampah Pada Tempatnya Melalui
Gerakan BISA BERSERI (Bijak Sampah
Setiap Hari)
Sekolah Dasar Negeri 1 Timbanuh
1. Latar Belakang
Sekolah
sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dapat menjadi penghasil sampah
terbesar selain pasar, rumah tangga, industri dan perkantoran. Secara umum
sampah dapat dipisahkan menjadi :
Sampah
organik/mudah busuk berasal dari: sisa
makanan, sisa sayuran dan kulit buah-buahan, sisa ikan dan daging, sampah kebun
(rumput, daun dan ranting).
Sampah anorganik/tidak mudah busuk berupa : kertas, kayu, kain, kaca, logam, plastik , karet dan tanah. Sampah yang dihasilkan sekolah kebanyakan adalah jenis sampah kering dan hanya sedikit sampah basah. Sampah kering yang dihasilkan kebanyakan berupa kertas, plastik dan sedikit logam. Sedangkan sampah basah berasal dari guguran daun pohon, sisa makanan dan daun pisang pembungkus makanan. Ada beberapa cara pengelolaan sampah yaitu :
Pemilahan
yaitu memisahkan menjadi kelompok sampah organik dan non organik dan
ditempatkan dalam wadah yang berbeda.
Pengolahan
dengan menerapkan konsep 3R yaitu:
Reuse
(penggunaan kembali) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu yang masih
memungkinkan untuk dipakai [penggunaan kembali botol-botol bekas].
Reduce
(pengurangan) yaitu berusaha mengurangi segala sesuatu yang dapat menimbulkan
sampah serta mengurangi sampah-sampah yang sudah ada.
Recycle (daur ulang) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu untuk diolah menjadi barang yang lebih berguna [daur ulang sampah organik menjadi kompos].
Perancangan
Pengelolaan Sampah di Sekolah
Sampah
basah bisa diolah menjadi kompos. Prosesnya mudah dan sederhana. Pembuatan
kompos dengan sampah basah di sekolah bisa menjadi media pembelajaran untuk
anak didik. Setidaknya anak akan belajar tentang Ilmu Pengetahuan Alam. Anak
juga akan belajar menghargai lingkungan. Mereka akan belajar bagaimana sampah
itu bisa bermanfaat bagi manusia bukan hanya sebagai sesuatu yang kotor dan
menjijikkan. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk memupuk tanaman yang
ada atau sebagi bahan campuran media tanam dalam pot.
Jenis
sampah lain yang juga lumayan banyak di sekolah adalah plastik. Sampah ini
sebagian besar terdiri dari bungkus plastik dan botol minuman mineral. Botol dan
gelas minuman yang terbuat dari plastic di manfaatkan untuk menjadi pot bunga. Untuk jenis terakhir inilah
yang sekarang banyak dicari orang. Botol minuman bekas yang berbahan plastik
PET bisa didaur ulang menjadi biji plastik. Demikian juga halnya dengan kaleng
minuman bekas yang berbahan logam. Sampah jenis ini juga sebaiknya dipilah,
dikumpulkan untuk kemudian dijual. Anak-anak juga dapat berkreasi merangkainya
menjadi barang kerajinan atau hiasan dinding.
Dalam
perancangan pengelolaan sampah di sekolah, para siswa perlu dilibatkan secara
aktif. Hal ini dapat dilakukan dengan pembentukan regu-regu yang bertugas
secara terjadwal. Kegiatan pameran dan kompetisi berkala dapat dilakukan untuk
meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah.
2. Deskripsi Aksi Nyata
1. Setiap hari sebelum masuk ke kelas pada pukul 07.15 wita
semua warga sekolah memungut sampah di sekitar kelas dan sekitar lingkungan
sekolah selama 10 menit.
2. Setiap hari sebelum memulai pelajaran pada pukul 07.30 wita
semua siswa di dalam kelas melakukan operasi semut memungut sampah di dalam
kelas selama 5 menit.
3. Setiap hari setelah pembelajaran usai pada pukul 12.30 wita
semua siswa di dalam kelas melakukan operasi semut memungut sampah di dalam
kelas dan di luar kelas di lingkungan sekolah selama 10 menit.
4. Setiap hari kapanpun,dimanapun,siapapun yang
menemukan sampah di lingkungan Sekolah harus memungutnya dan di buang ke tempat
sampah /Gerakan BISA BERSERI (Bijak Sampah Setiap Hari)
5. Setiap hari bagi yang membawa botol atau gelas
minuman yang terbuat dari plastic,selesai meminumnya maka langsung melubanginya
kemudian diisi tanah dan ditanami bunga atau kalua tidak maka botol atau gelas
tersebut dimasukkan ke karung yang sudah disediakan untuk dijual apabila sudah
penuh.
6. Setiap hari semua sampah yang ada di tempat sampah
dipindahkan ke tempat pembuangan sampah akhir baik sampah organic maupun anorganik oleh
petugas piket.
7. Mengadakan pelatihan membuat kompos dan karya bermanfaat dari
sampah.
8. Setelah Tempat Pembuangan Sampah Akhir organic penuh siswa
dan warga sekolah yang lain belajar membuat kompos.
9. Sampah anorganik yang berupa botol atau bungkus plastic di
buat sebagai pot atau karya bermanfaat
lainnya,atau bisa dijual setelah terkumpul banyak sedangkan yang terlalu kotor dibakar.
10. Selesai memungut sampah siswa mencuci tangan memakai sabun
pada air mengalir.
3. Hasil Dari Aksi Nyata
Gerakan Bijak Sampah Setiap Hari (BISA BERSERI) mendapat respon positif
dari rekan rekan guru dan kepala Sekolah sehingga Gerakan ini langsung bisa
kami laksanakan setiap hari pada kelas masing masing.Guru dan murid bekerjasama
membersihkan lingkungan Sekolah setiap hari dengan cara saling mengingatkan dan
langsung Bersama sama menyapu,memungut dan mengangkat sampah mulai dari gerbang
Sekolah sampai belakang Sekolah dan membersihkan tempat sampah yang sudah penuh
di masing masing kelas.Setiap hari guru piket mengajak,membantu dan memantau
jalannya Gerakan BISA BERSERI.Siswa yang jadwalnya membersihkan ruangan kelas
menyapu di dalam kelas dan temannya yang lain menyapu di luar kelas dalam lingkungan
Sekolah yang di temani guru kelas masing masing.Semua sampah yang ada di tempat
sampah di pindahkan ke tempat penampungan sampah oleh petugas piket dari masing
masing kelas.Sebagai pembiasaan setiap hari kapanpun,dimanapun dan siapapun
yang berada di lingkungan Sekolah harus memungut sampah yang di temukan dan
dibuang ke tempat sampah.Sebagian besar anak anak dengan sukarela memungut
sampah walaupun tidak di suruh namun ada juga anak anak
yang mengatakan itu bukan sampah saya atau bukan saya yang membuang sampah itu
atau merasa jijik memungut atau menyapu sampah yang di temukan atau ada saja
anak yang berdiri diam atau tidak peduli dengan temannya yang bergotong royong membersihkan
lingkungan Sekolah.Kami menyadari Bahwa perubahan itu tidak secepat membalik
telapak tangan oleh karena itu kami melakukannya dengan penuh kesabaran tidak
mudah marah,ikut berbuat Bersama anak,mengingatkan terus menerus tidak pernah
bosan karena perubahan itu waktu dan usaha yang maksimal.
Untuk sampah plastic yang masih bagus dan bisa di manfaatkan kami
membuatnya menjadi pot plastic dengan melubanginya,mengisi dengan tanah langsung ditanami bunga dan membuatnya menjadi
hiasan hiasan di kelas,atau mengumpulkan plastic bekas tersebut untuk dijual,sedangkan
yang sudah terlalu kotor kami membakarnya karena kami belum mempunyai cara yang
lebih efektif untuk memanfaatkan sampah yang terlalu kotor.Karena pengaruh
situasi pandemic COVID-19 kami belum bisa malakukan rencana pelatihan untuk
membuat kompos bagi anak anak,namun kami sudah menyediakan tempat penampungan
sampah organic yang bila sudah penuh nanti baru dibuat kompos.
4. Pembelajaran Yang Di Dapat Dari Kegiatan Aksi Nyata
A. Kegagalan
Kegagalan dalam aksi nyata ini adalah ada banyak anak yang belum memiliki kesadaran dalam membuang sampah pada tempatnya,kalau diminta memungut sampah yang ditemuinya dia mengatakan itu bukan sampah saya atau bukan saya yang membuang sampah itu atau merasa jijik memungut atau menyapu sampah yang di temukan atau ada saja anak yang berdiri diam atau tidak peduli dengan temannya yang bergotong royong,ada pula yang masih belum bisa membedakan antara sampah organic dan anorganik dan membuangnya di tempat yang sama.
B. Keberhasilan
Keberhasilan
dalam aksi nyata ini adalah meningkatnya kesadaran dan kedisiplinan anak dalam
membuang sampah pada tempatnya dan sebagian besar anak sudah bisa membedakan
sampah organic dan anorganik dan membuangnya pada tempat yang berbeda.Murid dan
guru bergotong royong dalam menyapu,memungut,membersihkan dan membuang sampah
yang ada di lingkungan Sekolah mulai dari pintu gerbang sampai belakang
Sekolah.Kemudian plastic plastic yang masih bagus dan berguna bisa di jadikan
pot untuk bunga dengan cara melubanginya,mengisi dengan tanah kemudian ditanami
bunga dan membuatnya menjadi hiasan pada dinding kelas.
5. Rencana Perbaikan
Rencana perbaikan yang akan kami lakukan meliputi
: Kedepannya petugas piket masing masing kelas akan diberikan penghargaan dan
diumumkan pada saat upacara bendera yaitu petugas piket terbaik,terdisiplin dan
terpeduli dalam masalah sampah dan di berikan penghargaan berupa sertifikat
atau piala agar menjadi motivasi bagi teman temannya untuk mengikuti jejak
temannya atau memotivasi dirinya untuk lebih baik lagi.Kami akan melaksanakan
Gerakan BISA BERSERI ini dengan penuh konsisten dan berkesinambungan agar
Gerakan ini bisa membawa perubahan di Sekolah kami yaitu disiplin membuang
sampah pada tempatnya bisa menjadi budaya dan karakter yang melekat pada diri
siswa kami dan semua warga sekolah yang ada .
6. Dokumentasi Proses Dan Hasil
Pelaksanaan
Poto poto proses pelaksanaan GERAKAN BISA
BERSERI (BIJAK SAMPAH SAMPAH SETIAP HARI)











Komentar
Posting Komentar