AKSI NYATA 1.3.VISI GURU PENGGERAK

 

Membangun Kolaborasi Dengan Berbagai Pemangku Kepentingan Untuk 

Meningkatkan Motivasi Intrinsik Murid Dalam Rangka Merdeka Belajar 

Sesuai Kodrat Alam dan Zaman Sekolah Dasar Negeri 1 Timbanuh

                                      

1.     Latar Belakang

Inquiry Apreciative yang kita pelajari pada modul 1.3 berfokus pada sisi positif,kekuatan,kebaikan dan impian masa depan.Seni mengajukan pertanyaan untuk melihat kemungkinan masa depan dengan dasar yang kuat yaitu penggalian potensi,pengalaman terbaik dan hubungan positif yang mengenyampingkan emosi negatif,kelemahan dan konflik melainkan terjalinnya kerjasama.

Sesuai dengan filosofi KHD yaitu”Yang kita pakai sebagai alat pendidikan ialah pemeliharaan dengan sebesar perhatian untuk mendapat tumbuhnya hidup anak lahir dan batimenurut kodratnya sendiri(kodrat alam dan zaman) Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.”

Merupakan dasar dan modal bagi para pemangku kepentingan di sekolah  agar saling bekerja sama mewujudkan terciptanya linkungan sekolah  yang menumbuhkan merdeka belajar dengan peran dan kekuatannya.

Pemangku kepentingan yang berasal dari masyarakat mendukung, membantu dan bekerjasama mewujudkan visi sekolah sesuai peran ,keahlian, potensi yang dimiliki. Pemangku kepentingan yang berasal dari pemerintah desa dan kabupaten membantu menggali segala potensi yang dimiliki sekolah dan mendukung pengembangan potensi tersebut.

Menciptakan lingkungan sekolah yang menumbuh kembangkan anak yang merdeka dalam belajar sehingga terwujud Profil Pelajar Pancasila adalah Visi Guru Penggerak yang ingin kita wujudkan Bersama. Menggunakan pendekatan IA pemangku kepentingan di sekolah menggali potensi yang ada,kekuatan,pengalaman baik dan menemukan apa yang bisa di capai dari potensi potensi tersebut. Pemangku kepentingan menggali mimpi Bersama untuk mewujudkan sekolah impian yang diinginkan sesuai dengan filosofi KHD dan profil pelajar Pancasila. Pemangku kepentingan berkolaborasi menjabarkan rencana dan mengatur eksekusi untuk mewujudkan visi sekolah yang diimpikan.Adapun hal hal yang menjadi perhatian yang merupakan sumber daya bagi SDN 1 Timbanuh agar bisa sedikit demi sedikit menuju merdeka belajar sesuai kodrat alam dan zaman adalah:

1.Kondisi alam di Timbanuh dengan SDA pertanian dan perkebunan serta fenomena mata pencaharian baru dan cara pemasaran yang baru dari dampak jual beli apokat di Timbanuh menjadi potensi untuk digali.

2.Semua pemangku kepentingan berkolaborasi untuk mendatangkan nara sumber dari pihak Dinas Pertanian,Petani,Pedagang untuk menjadi nara sumber dalam pembelajaran.

3.Kegiatan penghijauan dengan penanaman bibit apokat atau tanaman lainnya dan pelatihan membuat kompos dengan Kerjasama antar pemangku kepentingan terkait

 

2.     Deskripsi Aksi Nyata

Aksi nyata modul 1.3 adalah salah satu upaya untuk bisa mewujudkan visi guru penggerak yang akan menerapkan pendekatan IA dan BAGJA dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah yang menumbuh kembangkan anak yang merdeka dalam belajar sehingga terwujud Profil Pelajar Pancasila.Adapun Langkah Langkah yang kami lakukan adalah sebagai berikut:

1.Membuat pertanyaan utama yang menentukan arah penelusuran yaitu”Bagaimana kita bisa memanfaatkan potensi sumber daya alam dan lingkungan yang ada di Timbanuh dalam upaya peningkatan motivasi dalam merdeka belajar.”

2.Mengambil pelajaran dari pengalaman positif saat mempelajari materi sumber daya alam,anak anak merasa termotivasi karena berkaitan dengan lingkungannya dan masyarakat yang selalu bersedia untuk diajak bekerjasama dalam upaya peningkatan motivasi belajar anak anaknya.

3.Menggali mimpi bersama untuk kemajuan sekolah dengan semua pemangku kepentingan baik yang ada di sekolah,masyarakat dan pemerintah dengan memetakan hal hal seperti : sekolah memiliki lahan yang luas untuk mendukung ,masyarakat yang terbuka dan bersedia berkolaborasi,tersedianya Balai Benih Pertanian Propinsi di Timbanuh,Komite Sekolah dari berbagai unsur seperti,Polisi Hutan,Yayasan yang peduli Pendidikan,Petani dan Pedagang apokat,Kepala Desa dan aparatnya dan tentunya Kepala Sekolah dan Guru yang memiliki mimpi yang sama untuk mewujudkan merdeka belajar di Sekolah.

4.Menjabarkan rencana untuk mengambil keputusan yaitu:Guru menyiapkan scenario pembelajaran yang membebaskan siswa untuk menentukan proses dan produk belajar yang diinginkan sehingga merasa senang dalam belajar sesuai kodrat alamnya,Kolaborasi dengan pihak BBP / Dinas Pertanian ,Petani,Komite Sekolah,Kepala Desa untuk bersedia menjadi Nara sumber dan penyedia bibit untuk Sekolah Hijau.

5.Mengatur Eksekusi untuk mewujudkan tujuan dengan berkolaborasi antar semua pemangku kepentingan yaitu pihak BBP/Dinas pertanian,Petani dan Pedagang,Kepala Desa,Komite Sekolah sebagai Nara Sumber dalam Pemanfaatan SDA,Perkembangbiakan Tumbuhan, pembuatan kompos dan penyedia bibit tanaman buah untuk penghijauan. Guru sebagai pelasana kegiatan yang dimonitoring oleh Kepala Sekolah sekaligus sebagai penanggung jawab semua kegiatan.Semua pemangku kepentingan terlibat secara aktif dan mengevaluasi kemajuan dan keberhasilan kegiatan kemudian menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut.

 

3.     Hasil Dari Aksi Nyata

1.Membuat pertanyaan utama yang menentukan arah penelusuran yaitu”Bagaimana kita bisa memanfaatkan potensi sumber daya alam dan lingkungan yang ada di Timbanuh dalam upaya peningkatan motivasi dalam merdeka belajar.

Pertanyaan pada Langkah pertama telah kami laksanakan dengan memetakan sumber daya yang mendukung seperti: 1.Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Unit Produksi Benih/UPB Hortikultura Timbanuh Lombok Timur 2.Petani/Pedagang Apokat 3.Komite Sekolah 4.Lahan untuk kebun Sekolah 5.Bibit tanaman buah 6.Alat dan Bahan untuk Pembelajaran Pemanfaatan SDA dan Perkembangbiakan Tumbuhan.

Semua pemangku kepentingan baik dari unsur 1.Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Unit Produksi Benih/UPB Hortikultura Timbanuh Lombok Timur 2.Petani/Pedagang Apokat 3.Komite Sekolah telah bersedia untuk bekerjasama dengan para pemangku kepentingan di Sekolah dalam rangka upaya meningkatkatkan motivasi murid untuk merdeka belajar.

2.Mengambil pelajaran dari pengalaman positif saat mempelajari materi sumber daya alam,anak anak merasa termotivasi karena berkaitan dengan lingkungannya dan masyarakat yang selalu bersedia untuk diajak bekerjasama dalam upaya peningkatan motivasi belajar anak anaknya.

Tahap ke dua diatas telah dilaksanakan pada kegiatan pembelajaran sebelumnya atau yang telah lewat yang merupakan dasar dan modal kita dalam mengambil pelajaran dari pengalaman positif.

3.Menggali mimpi bersama untuk kemajuan sekolah dengan semua pemangku kepentingan baik yang ada di sekolah,masyarakat dan pemerintah dengan memetakan hal hal seperti : sekolah memiliki lahan yang luas untuk mendukung ,masyarakat yang terbuka dan bersedia berkolaborasi,tersedianya Balai Benih Induk Propinsi  /UPB Hortikultura di Timbanuh,Komite Sekolah dari berbagai unsur seperti,Polisi Hutan,Yayasan yang peduli Pendidikan,Petani dan Pedagang apokat,Kepala Desa dan aparatnya dan tentunya Kepala Sekolah dan Guru yang memiliki mimpi yang sama untuk mewujudkan merdeka belajar di Sekolah.

Langkah ini kita lakukan melalui berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan yang telah di sebutkan dan semua pemangku kepentingan bersedia menjadi naras sumber pembelajaran pada pembelajaran yang memuat  materi Sumber Daya Alam dan Pemanfaatannya serta Perkembang Biakan Tumbuhan.

4.Menjabarkan rencana untuk mengambil keputusan yaitu:Guru menyiapkan scenario pembelajaran yang membebaskan siswa untuk menentukan proses dan produk belajar yang diinginkan sehingga merasa senang dalam belajar sesuai kodrat alamnya,Kolaborasi dengan pihak UPB Hortikultura Timbanuh / Dinas Pertanian ,Petani,Komite Sekolah,Kepala Desa untuk bersedia menjadi Nara sumber dan penyedia bibit untuk Sekolah Hijau.

5.Mengatur Eksekusi untuk mewujudkan tujuan dengan berkolaborasi antar semua pemangku kepentingan yaitu pihak UPB Hortikultura/Dinas pertanian,Petani dan Pedagang,Kepala Desa,Komite Sekolah sebagai Nara Sumber dalam Pemanfaatan SDA,Perkembangbiakan Tumbuhan, pembuatan kompos dan penyedia bibit tanaman buah untuk penghijauan. Guru sebagai pelasana kegiatan yang dimonitoring oleh Kepala Sekolah sekaligus sebagai penanggung jawab semua kegiatan.Semua pemangku kepentingan terlibat secara aktif dan mengevaluasi kemajuan dan keberhasilan kegiatan kemudian menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut.

Langkah terakhir ini belum bisa terlaksana karena pandemic Covid-19 yang membatasi ruang gerak kita dalam melaksanakan apa yang sudah di rencanakan pada Langkah terakhir yaitu langkah ke lima dimana sebelumnya kita sudah melaksanakan 4 langkah yang sudah terencana.

 

4.     Pembelajaran Yang Di Dapat Dari Kegiatan Aksi Nyata

A.     Kegagalan

Kegagalan aksi nyata ini terletak pada Langkah atau point ke 5  yang belum dapat terlaksana karena terkendala COVID-19  dan Kegiatan Penilaian Akhir semester yaitu Mengatur Eksekusi untuk mewujudkan tujuan dengan berkolaborasi antar semua pemangku kepentingan yaitu pihak UPB Hortikultura/Dinas pertanian,Petani dan Pedagang,Kepala Desa,Komite Sekolah sebagai Nara Sumber dalam Pemanfaatan SDA,Perkembangbiakan Tumbuhan, pembuatan kompos dan penyedia bibit tanaman buah untuk penghijauan. Guru sebagai pelasana kegiatan yang dimonitoring oleh Kepala Sekolah sekaligus sebagai penanggung jawab semua kegiatan.Semua pemangku kepentingan terlibat secara aktif dan mengevaluasi kemajuan dan keberhasilan kegiatan kemudian menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut.

B.     Keberhasilan

Keberhasilan dalam aksi nyata ini adalah terlaksananya langkah langkah dalam upaya  Meningkatkan Motivasi Intrinsik Murid Untuk Merdeka Belajar

Sesuai Kodrat Alam dan Zaman mulai dari langkah 1 sampai 4, yang terlaksana bersamaan dengan merebaknya pandemic Covid -19 yang membatasi ruang gerak kita dalam melaksanakan langkah langkah yang telah di rencanakan,bersamaan pula dengan kegiatan Penilaian Akhir Semester tetapi Langkah 1 sampai 4 bisa terlaksana .

 

5.     Rencana Perbaikan

Kami berupaya untuk memperbaiki dan menyempurnakan langkah langkah dalam rencana kegiatan agar bisa terlaksana 100% seperti aksi aksi nyata sebelumnya.Kami akan menggunakan pola per kelas dan tetap di bagi dua.Jadi untuk kelas IV ada dua kali pertemuan,kelas V dua kali pertemuan dan kelas VI dua kali pertemuan sehingga tidak akan terjadi kerumunan melainkan seperti proses belajar mengajar pada saat tatap muka biasa yang dilaksanakan dengan system pergantian hari untuk seiap kelas ganjil dan genap sehingga kerumunan yang di takutkan bisa kita antisipasi.Perencanaan yang lebih baik dan matang agar semua bisa terlaksana sesuai dengan yang kami impikan.

 

 

6.     Dokumentasi Proses Dan Hasil Pelaksanaan

























Komentar